Setiap manusia yang menghirup udara di bumi, pasti memiliki mimpi. Terwujud atau tidak, setidaknya ia pasti berusaha merealisasikannya. Pun aku. Awal 2015, aku bergabung ke sebuah komunitas cyber bernama Blogger Energy (BE). Di dalam komunitas tersebut, aku bertemu (via online tentunya) dengan banyak anak muda Indonesia dari berbagai daerah. Kebetulan aku tinggal di provinsi Jawa Timur, salah satu regional yang membernya paling sering mengadakan kopi darat. Beberapa kali aku mengamati ada keinginan dari member lain untuk dapat juga bersua dengan kawannya di tanah kepulauan yang berbeda. Terinspirasi dari hal tersebut, aku ingin sekali menciptakan akses untuk teman-teman dapat berjumpa satu dengan yang lain secara langsung, bukan hanya melalui dunia maya. Keinginan ini semakin menjadi ketika ada beberapa hal lain yang mengganggu pikiranku.

Satu, sepuluh hingga dua puluh tahun lagi, pemimpin negeri ini bukanlah orang yang sama. Bisa jadi salah satu dari teman-temanku lah pemimpin masa depan negeri ini. Pun pendidik, pengusaha, profesional, pasti salah satu di antara mereka. Maka apa jadinya jika generasi bangsa ini tidak mengenal seluk beluk nusantara? Jika mereka mendapat tugas ke luar negeri lalu dituntut menjelaskan kearifan lokal di daerah Aceh sementara ia tumbuh dan besar di Jawa, tidak pernah berkunjung ke pulau lain, apakah bisa dijamin yang dikatakan olehnya adalah murni fakta? Aduhai, aku pun malu mengaku orang Indonesia jika tak kenal negeriku sendiri.

Dua, berkaca dari laporan Ekspedisi Indonesia Biru mengenai permasalahan tanah ulayat di Papua, sungguh sedih, hutan yang luasnya ribuan hektar sebagian harus dimusnahkan atas nama ketahanan pangan Indonesia beberapa tahun lagi. Mereka yang turun temurun mewarisi kemampuan hidup bersanding secara harmonis dengan alam justru menjadi korban keserakahan manusia sehingga kehilangan hutan, satwa, air bersih, dan sebagainya. Peristiwa ini membuatku yakin bahwa generasi muda wajib traveling ke berbagai penjuru nusantara. Diharapkan, dengan mengenal seluk beluk negeri ini, memahami kearifan lokal di berbagai daerah, maka suatu saat nanti jika mereka harus membuat keputusan dan kebijakan, mereka mampu melakukan yang terbaik untuk bangsanya.

Impian inilah salah satu alasan yang mendorongku mengikuti program RK Mentee, meskipun akhirnya aku tidak lolos tahap 4, aku masih diliputi rasa penasaran. Bisa tidak ya impian ini terlampaui? Aku akhirnya menyampaikan hal ini ke salah satu ranger yang bertahan merawat Blogger Energy. Ya, Si Ranger Biru. Bapak guru yang akrab di sapa Edotz itu. Dia menyarankanku menulis impian ini untuk dibaca teman-teman.

Ideku sederhana. Website Blogger Energy akan ditambah fasilitas semacam website couchsurfing (sebagai referensi), bedanya, jika couchsurfing digunakan untuk traveling ke berbagai negara, maka kita akan membuat akses sejenis khusus untuk generasi muda Indonesia keliling nusantara. Intinya kita bisa melakukan solo travel tanpa khawatir mengeluarkan dana untuk penginapan. Karena kita akan belajar kearifan lokal, tentu kita akan tinggal di rumah teman blogger kita. Hemat biaya dengan dampak 'WAH'.

Melalui tulisan ini, aku meminta saran, kritik, atau dukungan teman-teman pemuda Indonesia khususnya member komunitas Blogger Energy untuk merealisasikannya. Ini bukan untuk diriku sendiri, ini untuk Indonesia. Untuk negara kita. Jika aku tak mampu merealisasikan, maka dengan sangat terbuka aku persilahkan teman-teman yang mampu dan sama-sama optimis bahwa ini berdampak baik untuk masa depan. Silakan berkomentar, keluarkan uneg-uneg teman-teman di sini. Jika ingin private, bisa kirim email ke jiayuuki@gmail.com atau bagi member BE bisa kita diskusikan di grup.

Salam :)